Return on Equity (ROE) : Pengertian & Perhitungannya

ROE (Return on Equity) adalah alat ukur profibilitas yang sangat umum digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan. Perusahaan yang memiliki nilai ROE tinggi dianggap memiliki kinerja yang lebih baik.

Perhitungan ROE bisa menunjukkan tolak ukur kinerja keuangan suatu perusahaan.

ROE sangat bergantung pada kecil atau besarnya sebuah perusahaan, contoh pada perusahaan kecil pastinya memiliki modal yang kecil juga, karena itu ROE nya pun kecil, pun sebaliknya untuk perusahaan besar.

Baca Juga : Cara Membaca Laporan Keuangan Saham Perusahaan

Pengertian ROE (Return on Equity)

Return on Equity Menurut Para Ahli

  1. Menurut Kasmir (2014:202) Return On Equity (ROE) adalah perbandingan antara laba bersih dengan modal (modal inti) perusahaan. Rasio ini menunjukkan tingkat presentase yang dapat dihasilkan ROE sangat penting bagi para pemegang saham dan calon investor, karena ROE yang tinggi berrarti pula dan kenaikan ROE akan menyebabkan kenaikan saham.
  2. Menurut Hery (2015: 230) ROE adalah rasio yang digunakan untuk mengukr keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan laba bagi para pemegang saham. ROE dianggap sebagai representasi dari kekayaan pemegang saham atau nilai perusahaan.
  3. Menurut Ryan (2016: 113) ROE digunakan untuk mengukur rate of return (tingkat imbalan hasil) ekuitas. Para analis sekuritas dan pemegang saham umumnya sangat memperhatikan rasio ini, semakin tinggi ROE yang dihasilkan perusahaan, maka semakin tinggi harga sahamnya.
  4. Menurut Jumingan (2014:141) ROE digunakan untuk mengukur besarnya pengembalian terhadap investasi para pemengang saham. Angka tersebut menunjukkan seberapa baik manajemen invetasi para pemegang saham. ROE diukur dalam satuan persen. Tingakt ROE memiliki hubungan yang positif dengan harga saham sehingga semakin besar ROE semakin besar pula harga pasara, karena besarnya ROE memberikan indikasi bahwa pengebalian yang akan diterima investor akan tinggi sehingga investor akan tertarik untuk membeli saham tersebut, dan hal ini menyebabkan harga pasar saham cenderung naik.

Jadi, ROE adalah rasio yang digunakan untuk mengukur keuntungan bersih yang diperoleh oleh pengelolaan modal yang diinvestasikan oeh pemilik perusahaan. ROE dikur dengan perbandingan antara laba bersih dengan total modal.

Baca Juga : Cara Analisis Fundamental Saham

Rumus ROE dan Contoh Perhitungannya

return on equity (ROE)
Rumus Return on Equity (ROE)

Return on equity (ROE) dapat dihitung menggunakan rumus :

ROE = Net Profit / Modal saham

Contoh soal:

Pada tahun 2019 lalu, ekuitas rata-rata para pemegang saham perusahaan PT BANK MANDIRI (BMRI), sebesar Rp750.000.000 dengan laba bersih sebesar Rp250.000.000.

Maka nilai pengembalian ekuitas  dari perhitungan di atas adalah.

Rp250.000.000 : Rp750.000.000 = 0.33 atau 33% ROE

Keterangan:

Hasil perhitungan ROE mendekati 1 menunjukkan semakin efektif dan efisiennya penggunaan ekuitas perusahaan dalam menghasilkan pendapatan, demikian sebaliknya jika ROE mendekati 0 berarti perusahaan tidak mampu mengelola modal yang tersedia secara efisien untuk menghasilkan pendapatan.

 

Lebih baru Lebih lama