Cara menghitung Debt to Equity Ratio (DER) Saham

Debt to equity ratio yang baik adalah satu ukuran perbandingan antara total utang perusahaan dibandingkan dengan ekuitas perusahaan. Debt to equity ratio menunjukkan seberapa besar tingkatan utang perusahaan terhadap modalnya. Terus menjadi besar nilai debt to equity ratio, hingga bisa dimaksud kalau sumber keuangan perusahaan hendak terus menjadi besar dibiayai oleh pemberi utang, bukan oleh sumber keuangannya sendiri. Pasti perihal ini ialah tanda- tanda kurang baik untuk keuangan perusahaan.

Baca Juga : Cara Membaca Laporan Keuangan Saham Perusahaan

Debt to Equity Ratio yang baik itu gimana?

Rasio DER yang baik wajib dibawah angka 1 ataupun di dasar 100%. Yang maksudnya terus menjadi rendah rasio DER hendak terus menjadi bagus keadaan fundamental perusahaan.

Dimana rendahnya rasio ini menampilkan besarnya utang perusahaannya lebih kecil dibanding besaran peninggalan yang dimilikinya. Sehingga nantinya bila utang kandas dibayarkan perusahaan masih mempunyai dana buat melunasi kewajiban serta bisa meneruskan operasional perusahaan sebagaimana mestinya.

Bila sehabis menghitung rasio ini kalian menciptakan jumlah DER lumayan besar, maksudnya perusahaan mempunyai hutang yang lebih besar dari peninggalan yang dimilikinya.

Kala mengalami DER di atas 1 ataupun di atas 100%, jangan kurang ingat cek dalam laporan keuangan perusahaan, apakah hutang yang ditanggung tercantum dalam kalangan hutang jangka panjang ataupun hutang jangka pendek. Berikutnya, apakah hutang diperoleh dari bank, obligasi, ataupun hanya hutang duit muka kerja.

Bila yang kalian dapati adalah hutang jangka panjang yang lebih besar, hingga kalian butuh berjaga- jaga. Umumnya hutang jenis ini didapatkan dari pinjaman ataupun obligasi.

Hendaknya jangan berinvestasi dalam perusahaan ini sebab hendak sangat berbahaya. Yang mana bila perusahaan tidak dapat mengelola hutangnya dengan baik, keadaan keuangan perusahaan hendak tersendat.

Sampai nantinya jumlah utang yang besar dapat mengurasi laba bersih perusahaan. Sehingga hendak berakibat pula pada jumlah deviden tunai yang hendak dibagikan kepada pemegang sahamnya.

Gimana menghitung Debt to Equity Ratio ( DER)?

PT. Saratoga Investama memiliki modal bersih sebanyak Rp 1 triliun. Dengan total kewajiban yang wajib dibayarkan sebanyak Rp500 miliyar. Dari informasi ini bisa dihitung DER PT. Saratoga Investama ialah Rp500 miliyar: Rp1 triliun. Yang hasilnya 0, 5 kali ataupun 50 persen.

Maksudnya, secara keuangan PT. Saratoga Investama sehat serta bisa penuhi kewajiban hutangnya dengan baik. Sehingga kalian dapat melaksanakan investasi dengan nyaman bersumber pada perhitungan rasio ini.

Baca Juga : Cara Menghitung Return on Equity (ROE)

Rumus perhitungan debt to equity ratio

DER= Total Utang/ Ekuitas

Semacam yang tertera dari rumus di atas, komponen buat mengukur debt to equity ratio adalah total utang perusahaan dan ekuitas. Total utang perusahaan sendiri terdiri dari 2 tipe utang, ialah utang mudah serta utang jangka panjang.

Utang mudah, ialah utang yang sifatnya jangka pendek, serta masih cenderung dikira selaku utang yang biasa. Umumnya utang mudah adalah utang perusahaan yang menyangkut tentang operasional perusahaan yang bertabiat jangka pendek.

Utang jangka panjang, yang ialah utang jangka panjang perusahaan. utang tipe ini ialah tipe utang yang beresiko buat perusahaan serta lebih baik dihindari oleh perusahaan. Utang jangka panjang umumnya nominalnya lebih besar, serta mempunyai bunga.

Dikala kondisi utang mudah lebih besar daripada utang jangka panjang, hingga perihal ini masih dapat ditolerir. Tetapi dikala utang jangka panjang lebih besar daripada utang mudah, inilah perihal yang membahayakan. Bila utang jangka panjang lebih besar daripada utang mudah, hingga perusahaan hendak terancam terserang kendala likuiditas dan laba perusahaan pula hendak terancam buat digunakan selaku bayaran buat membayar utang.

Tidak hanya utang, salah satu komponen buat mengukur debt to equity ratio adalah ekuitas. Ekuitas ialah kekayaan bersih perusahaan, ialah jumlah aktiva dikurangi dengan kewajiban perusahaan.

Baca Juga : Cara Menghitung Price to Earning Ratio (PER)

Contoh perhitungan

PT Saratoga Investama pada tahun 2018 mempunyai total utang sebesar US$ 2. 658. 734, dan ekuitas sebesar US$ 6. 189. 470. Seseorang investor mau membeli saham di situ. Dilihat dari debt to equity ratio, apakah menguntungkan untuk seseorang investor buat membeli saham di situ?

Jawab:

DER= Total utang/ ekuitas

DER= 2. 658. 734/ 6. 189. 470

DER= 0. 4295

Kesimpulan:

Sehabis lewat serangkaian perhitungan, hingga didapat nilai DER sebesar 0. 4295. Nilai DER yang menampilkan di dasar nilai 1 ialah tanda- tanda kalau PT Saratoga Investama mempunyai tingkatan utang yang lebih rendah daripada ekuitas perusahaan. Hingga dari itu, bisa disimpulkan kalau investor dianjurkan buat membeli saham di perusahaan PT Saratoga Investama.

Baca Juga : Cara Analisis Fundamental Saham

Berkaitan dengan nilai DER, memanglah sangat susah ditemui perusahaan yang mempunyai nilai DER kurang dari 1, kecuali perusahaan tersebut ialah perusahaan berskala kecil. Perusahaan berskala menengah ke atas biasanya mempunyai nilai DER yang lebih dari 1. Perihal ini bisa dimaklumi, serta bukan ialah lampu merah untuk para investor buat menanam modal di perusahaan besar tersbut. Biasanya, besarnya debt to equity ratio yang bisa ditoleransi adalah berkisar antara 1, 5 sampai 2. Buat perusahaan berskala besar, nilai debt to equity ratio yang bernilai lebih dari 2 masih dapat ditolerir.

Lebih baru Lebih lama