Cara Analisis Fundamental Saham

Sebelum anda memutuskan berinvestasi di sebuah emiten atau perusahaan yang terdaftar di bursa saham, ada baiknya ada belajar dahulu cara analisis fundamental saham. Mengapa? di Bursa saham ada banyak saham gorengan.

Jika anda tidak pandai membaca fundamental saham, anda bisa saja terjebak oleh permainan bandar saham yang bisa membuat anda rugi besar dan membuat kepala anda pusing tujuh keliling.

Nah, sebagai orang yang berkecimpung dalam dunia saham selama 10 tahun lebih, saya akan mengajarkan anda dengan bahasa yang sederhana cara analisa fundamental saham yang benar.

Belajar Fundamental Saham

Apa itu fundamental saham? Fundamental saham berarti melihat kinerja perusahaan tersebut, persaingan usaha, industri, hingga kondisi ekonomi baik ekonomi makro ataupun mikro.

Melalui fundamental saham ini, anda akan melihat apakah saham dari sebuah perusahaan ini sehat atau tidak. Data-data tersebut akan anda gunakan sebagai acuan untuk membeli saham.

Cara Melihat Fundamental Saham Suatu Perusahaan

cara analisis fundamental saham

Untuk melihat fundamental saham suatu perusahaan, anda perlu mengetahui istilah-istilah dalam dunia saham berikut ini yang digunakan untuk melihat fundamental saham.

Saya akan jelaskan satu persatu dengan bahasa yang sederhana. Jika anda tidak mau pelajari istilah ini sebaiknya anda tinggalkan halaman ini dan hentikan niat anda bermain saham. Jika anda tidak mengerti istilah ini, anda bermain saham seperti bermain judi saja.

Earning per Share (EPS)

Cara Analisis Fundamental saham yang pertama adalah dengan melihat Earning per Share (EPS). EPS atau laba bersih per saham yaitu hasil pembagian antara laba bersih perusahaan dengan jumlah saham beredar di suatu emiten.

Rumusnya: EPS = Laba : Jumlah Saham Beredar.

Bila nilai EPS = Rp50, itu berarti setiap lambar saham perusahaan tersebut akan menghasilkan keuntungan atau laba Rp50.

Lebih lengkap tentang cara menghitung EPS dapat anda baca di postingan : Pengertian dan Cara Menghitung Earning per Share

Price to Earning Ratio (PER)

Cara membaca Fundamental saham yang kedua adalah dengan melihat Price to Earning Ratio (PER). PER yaitu rasio yang menggambarkan laba sebuah perusahaan jika dibandingkan dengan harga sahamnya.

Rumusnya, PER = Harga Saham : Laba per Lembar Saham (EPS).

Rumus tersebut dipakai untuk menghitung waktu yang dibutukan sebuah perusahaan untuk mengembalikan modal yang digunakan untuk membeli saham.

Misalnya, saham TLKM saat ini harganya Rp3500, sementara EPS-nya Rp500 per tahun. Maka perhitungan PER-nya adalah Rp3500 : Rp500 = 7. Angka 7 tersebut menandakan tahun yang dibutuhkan untuk mengembalikan modal. Artinya, perusahaan membutuhkan waktu 7 tahun untuk mengembalikan modalnya. Namun, hal itu hanya berlaku jika EPS perusahaan tidak tumbuh atau susut dalam lima tahun.

 

Price to Book Value (PBV)

Cara analisa fundamental saham yang ketiga adalah dengan melihat PBV.

PBV adalah proporsi untuk menggambarkan berapa banyak pasar yang mengevaluasi harga suatu perusahaan dibandingkan dengan kekayaan bersihnya.

Formula, PBV = Harga Saham: Nilai Buku per saham (BV).

Di mana nilai buku (BV) = ekuitas bersih: jumlah saham yang beredar?

Misalnya, harga tindakan TLKM saat ini adalah IDR 3500 dan nilai buku ini Rp1.000 per saham. Jika dihitung, IDR 3500: IDR 1.000 = 3,5 atau 3,5 kali.

Artinya, saat ini tindakan PBV TLKM telah tumbuh 3,5 kali dibandingkan dengan kekayaan bersih mereka.

Dengan PBV, investor dapat mengevaluasi jika suatu tindakan dijual murah atau mahal. Jika harganya terlalu tinggi, dapat dikatakan bahwa tindakan itu mahal. Sebaliknya, jika PBV rendah, itu berarti tindakannya murah atau undervalued.

Return on Equity (ROE)

Keempat,

ROE adalah proporsi untuk menghitung seberapa tinggi persentase laba bersih perusahaan dibandingkan dengan warisan total. Formula, ROE = gain (bersih: ekuitas) x 100.

Misalnya, gain bersih TLKM saat ini Rp100 dan ekuitasnya adalah Rp1.000. Kemudian Rp100: Rp1.000 x (100) = 10 atau 10%. Artinya sekarang, modal yang dimasukkan oleh perusahaan Rp1.000 akan memberikan jumlah Rp100 atau 10%.

Sederhananya, ROE adalah proporsi untuk mengukur efisien bahwa perusahaan dieksekusi. Tetapi pertanyaannya adalah, bagaimana itu memenuhi syarat dengan baik atau tidak? Ada dua cara.

Pertama, bandingkan perusahaan serupa di industri yang sama atau mereka juga dapat membandingkannya dengan industri Midway. Jika TLKM berada di industri infrastruktur, kemudian membandingkannya dengan ROE rata-rata perusahaan serupa di sektor ini.

Kedua, bandingkan ROE perusahaan dari waktu ke waktu melihat tren kenaikan dan penurunan. Jika naik, itu berarti bagus. Jika jatuh, itu berarti tidak baik.

Dua cara ini dapat digunakan bersama untuk mendapatkan analisis yang lebih lengkap. Carilah saham yang memiliki tren untuk meningkatkan roe stabil dan setidaknya di atas 10%.

Dividend Yield (DY)

Cara menilai fundamental saham selanjutnya adalah dengan melihat Dividen Yield-nya.

DY adalah proporsi untuk menggambarkan seberapa besar persentase dividen dari perusahaan hingga pemegang saham. Rumus, dy = (dividen per saham: harga dalam stok) x 100.

Jadi, di mana Anda bisa tahu nilai dividen per saham? Secara umum, penerbit akan mengumumkan distribusi dividen dalam pengungkapan informasi dari Bursa Efek Indonesia.

Nah, jika Anda ingin menghitung analisis fundamental kinerja dividen secara manual, Anda dapat mengetahui berapa banyak dividen per saham dalam pengungkapan informasi.

Debt to Equity Ratio (DER)

Teknik analisis fundamental saham selanjutnya adalah DER.

Der atau dengan kata lain rasio utang ekuitas. Rasio ini digunakan untuk menghitung kemampuan perusahaan untuk membayar utangnya. Formula, der = total utang: ekuitas.

Akun utang ini dalam posisi tanggung jawab atau kewajiban. Tetapi semua kewajiban tidak dianggap hutang. Hanya akun yang memulai kata “utang” hanya termasuk dalam perhitungan, termasuk utang komersial, hutang pajak, utang dini pelanggan, utang bank lainnya.

Misalnya, Telkom memiliki hutang sebesar IDR 1000 dan ekuitas IDR 500 . Kemudian, IDR 500: IDR 1.000 = 0,5. Artinya, der Telkom saat ini hanya 0,5 atau kurang 1. Ini menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki cukup kemampuan untuk membayar utangnya.

Sebagai aturan umum, rasio utang perusahaan akan disebut tidak sehat jika der mencapai 2 kali. Maka dia akan khawatir jika der 4 kali.

Akibatnya, investor disarankan untuk menemukan perusahaan und yang laporannya masih kurang dari 1 atau setidaknya di bawah 2.

cara memilih saham fundamental bagus

Cara Memilih Saham Fundamental Bagus

Jika anda membaca dengan seksama penjelasan diatas setidaknya anda sudah punya dasar untuk mengetahui cara analisis fundamental saham yang bagus.

Nah selanjutnya anda tinggal memilih saham apa yang memenuhi kelima kriteria fundamental saham yang baik tersebut.

Dengan menggunakan analisis fundamental saham, anda tidak akan terjebak dengan yang namanya FOMO atau Fear of Missing Out. Dimana anda takut ketinggalan membeli saham yang lagi naik daun.

Padahal itu adalah permainan bandar untuk mencuri uang para pemain saham pemula.

Selanjutnya, saya akan memandu anda memilih saham yang bagus. Cara memilih saham fundamental bagus adalah sebagai berikut :

1. Perusahaannya solid dan bagus

Temukan perusahaan yang solid dan baik dengan kinerja keuangan yang terbukti dan memiliki prospek yang baik di masa depan.

Caranya adalah dengan melihat laporan keuangan. Anda dapat menggunakan langkah-langkah yang saya sebutkan sebelumnya untuk meninjaunya.

2. Harga Sahamnya masih murah

Anda ingin membeli saham yang dijual di bawah nilai perusahaan.

Untuk menentukan harga saham, baik atau tidak, murah atau mahal, Anda memerlukan referensi harga. Kemudian, nanti, itu tidak akan membeli atau, selama Firman berlanjut, karena sudah memiliki referensi untuk berapa harga tindakan.

Untuk mengevaluasi tindakan, itu masih murah atau sudah mahal. Anda dapat menggunakan metode analisis fundamental dari tindakan indikator PBV dan apa yang saya jelaskan sebelumnya.

3. Margin of Safety (MOS)

Margin of safety merupakan metode analisis fundamental saham dimana investor cuma membeli sekuritas kala harga pasarnya jauh di dasar nilai intrinsiknya.

Contohnya, dikala ingin berinvestasi saham dan ada saham yang dijual dengan harga Rp5. 000 per lembar. Tetapi, sesungguhnya nilai intrinsik saham tersebut diprediksi dapat bertambah sampai Rp10. 000 di masa depan.

Dikala membeli saham tersebut hingga kita hendak mendapatkan margin of safety sebesar 50%. Terus menjadi besar jumlahnya hingga terus menjadi kecil pula resiko yang dapat kita bisa.

Berapa persen hendaknya MOS ini?

Tidak terdapat acuan yang tentu sebab besarnya sesungguhnya bergantung kepercayaan Kamu soal analisa yang Kamu jalani.

Tetapi aku amati acuan MoS antara 30% sd 50%.

4. Kuasai Laporan Keuangan

Memahami laporan keuangan merupakan harus bila kamu mau mengenali metode analisis fundamental saham. Terdapat sebagian penanda fundamental rasio yang universal digunakan selaku metode analisis buat mengevaluasi industri bersumber pada analisis laporan keuangan, ialah:

ROE( Return on Equity). Berapa return, laba industri, yang dapat dihasilkan dibanding atas equity ataupun modal yang disetorkan pemegang saham. Terus menjadi besar terus menjadi baik.

EPS( Earning per Share). Profit per saham yang dihasilkan industri. Terus menjadi besar terus menjadi baik. EPS jadi aspek berarti dalam memastikan PER buat menetapkan valuasi harga saham.

Asset and Liability. Berapa banyak asset yang dipunyai industri serta apakah asset tersebut lumayan produktif buat menciptakan keuntungan buat industri. Dan, gimana industri membiayai kepemilikan asset tersebut. Apakah dengan hutang bank yang besar( tidak bagus) ataupun sebagian besar dengan modal sendiri( lebih bagus) ataupun dengan berhutang dari supplier( pula bagus).

Itulah cara analisis fundamental saham. Perlu waktu untuk mempelajari sebuah perusahaan apakah layak investasi atau tidak. Namun, itu hanya masalah waktu. Anda akan terbiasa dengan sendirinya. Saran saya, pelajari istilah-istilah tersebut satu persatu sebelum memutuskan untuk berinvestasi disebuah saham.

Lebih baru Lebih lama